naskah ini di buat dalam rangka pemenuhan tugas sekolah SMK MANDALAHAYU kelas XI AP 2 TAHUN 2011 (drama musical ) selamat membaca !!
Tema : Pendidikan
Judul :
“Mengejar Matahari"
Author story by : Mysih Susanti
Backsound by : Kiki Sulistiani
Daftar Bcksound :
Ø Ari
lasso- Mengejar Matahari
Ø Nidji
–Pahlawan Mimpi
Ø Nidji
–Laskar Pelangi
Ø Lollypop
– kamseupay
Ø D’Massiv
– Jangan Menyerah
Sinopsis cerita:
Mengisahkan seorang
anak bernama aam dengan kehidupan serba kekurangan. Namun keadaan tidak membuat
aam patah semangat untuk mengejar kehidupan apa yang dia inginkan, meskipun
hanya anak dari seorang pemulung barang – barang bekas semanya untuk bisa
mendapatkan pendidikan di usianya yang sekarang ini terus berkobar. “pelajar di
balik jendela mungkin itu julukannya saat ini melalui jendela sekolahlah dia
mengikuti pelajaran meski hanya sedikit yang ia dapat. Dia tak pernah mengeluh
dengan keadaannya sekarang, dia selalu bersabar dan selalu bersyukur dengan
pemberian tuhan kepadanya. Itulah ajaran yang selalu diajarkan oleh sang ibu,
meski miskin hidupnya bahagia.
Semangat belajar yang tinggi meski
dengan keadaan yang serba kekurangan, serta kesungguhan yang luar biasa mungkin
itulah yang menjadi salah satu alas an bu nuzul seorang pengusaha yang sangat
terketuk hatinya untuk membiayai kehidupan serta sekolahnya.
Tentu saja selama perjuangan
hidupnya tidak mudah banyak juga orang – orang di sekitarnya yang selalu
meremehkan kehadirannya sebagai pemulung di sekolah tersebut.
Pengenalan Tokoh :
1. Aam
(Tokoh Utama) di perankan oleh :
Ø Mysih Susanti
Gadis
berusia 12 tahun yang memiliki mimpi untuk bisa kembali sekolah, dia kini
menjadi seorang pemulung karna paksaan ekonomi. Kehidupannya penuh dengan
segala kekurangan.
2. Ibu
Inah di perankan oleh :
Ø Dea Abdillah Nurhasanah
Beliau
adalah ibu dari Aam ,orang yang
selalu mengajarkan aam untuk tetap bersyukur dalam menghadapi cobaan hidup.
3. Eny
di perankan oleh :
Ø Hernia Putri Anggraini
Seorang siswa smp kelas VIII ,sifatnya agak cuek dan
tidak mau mempersulit suatu keadaan.
4. Wulan
di perankan oleh :
Ø Desmiati Wulandari
Sahabat dari siswi bernama eny sejak dari SD , orangnya
mudah marah tapi suka bercanda, Emosinya sulit di control.
5. Dewi
di perankan oleh :
Ø Dewi Sartika
Salah satu siswi kelas VIII dan juga salah 1 peran
antagonis dalam cerita ini. Yang awalnya sangat tidak menyukai keberadaan aam
di tengah-tengah kehidupan sekolahnya.
6. Dilla
di perankan oleh :
Ø Kiki Sulistiany
Seorang siswi kelas VIII yang merupakan teman dari dewi,
dia selalu mengikuti dimana dewi ada, selalu mendukung apa yang dilakukan dewi
meskipun perbuatannya salah.
7. Bu
Kepsek di perankan oleh :
Ø Gita Sibarani
Pemilik SMP Mandalahayu yang ramah , dan orang yang
memberikan tugas aam untuk mengambil barang-barang bekas di sekolah.
8. Bu nyunyun diperankan oleh :
Ø Yunita Safitri
Beliau merupakan salah satu guru di SMP
Mandalahayu .
9. Bu
Nuzul di perankan oleh :
Ø Febrie Nuzul Putri
Seorang pengusaha kaya yang dermawan dan
tertarik dengan semangat belajar aam ,yang pada akhirnya menanggung semua biaya
kehidupan aam.
10. Ren
di perankan oleh :
Ø Renny Indriany
Dia merupakan asisten pribadi bu nuzul yang
selalu membantu segala kegiatan yang di lakukan bu nuzul. Termasuk dalam
membantu kehidupan aam.
“ MENGEJAR MATAHARI “
Aam adalah satu dari sekian
banyak anak di Indonesia yang kurang beruntung, yang tidak bisa merasakan
kegembiraan di balik bangku sekolah seperti anak lainnya.ya apa daya, keadaan
ekonomilah yang memaksa aam untuk tidak lagi bersekolah dan lebih memilih
bekerja untuk membantu ibunya mencari nafkah demi kehidupan sehari-hari, maklum
saja kini gadis berusia 12 tahun ini menjadi tulang punggung keluarga membantu
ibunya semenjak ayahnya meninggal dunia.ia bekerja sebagai pemulung sampah /
barang-barang bekas di SMP Mandalahayu .
Bila ada kesempatan aam
terkadang mencuri-curi pelajaran di kelas tersebut dari balik jendela kelas
sambil mencatatnya.
Bu nyunyun : “ oke anak-anak sekarang buka buku seni dan budaya
kalian ! “ (seru bu arni pada murid-murid
nya)
Anak-anak bergegas mengeluarkan buku-buku
pelajaran.
(4 orang siswa)
Bu nyunyun : “
sekarang kalian buka hal.71 sekarang kalian kerjakan soal ini…” (bu arni mulai
menulis di papan tulis)
Murid-murid :
“ iya …baik bu…”
Suasana hening sejenak
Di sela sela waktu menulis terdengar wulan
berbisik pada eny..
Wulan :
“eh en liat deh di jendela kelas kita ! kayanya ada yang lagi ngintip tuh !
cepat liat en !!” (bisik wulan pelan sambil memaksa eny menengok keluar
jendela)
Eny :
(Sambil Menoleh)“ mana ada orang ??salah liat aja kali ,ganggu aja nih…”
Wulan :
“bener kok en ,tadi aku liat ada orang di balik jendela ..”
Eny :
“kamu salah liat kali ,gak ada apa-apa kok, udah nulis lagi nanti di marahin bu
nyunyun baru rasa kamu,,”
Wulan :
(menggaruk-garuk kepalanya) “ ya mungkin… hmm entahlah”
Karna
merasa ada yang melihatnya,aam langsung bergegas
menurunkan kepalanya agar tidak terlihat.
Aam : (sambil menghela nafas aam mulai merunduk)”hah..
syukurlah tidak ketahuan ,sebaiknya aku lanjutkan pekerjaan saja.”
**********************
Bu
nyunyun : hey.. siapa itu yang berbisik
– bisik.. (sambil menoleh ke belakang) wulan, eny apa yang kalian bicarakan ayo
cepat tulis soalnya !
Eny
& Wulan : ehh.. iya bu... maaf bu !
“
Dewi : Syukurin makanya jangan
berisik ! “
Eny : suka – suka ! “
Jam
pelajaran terus berlanjut hingga bel tanda pulang sekolah pun berbunyi.
=Beralih
di kehidupan aam malam
hari=
Aam : langit malam ini cerah ya
bu.. bulan dan bintangnya membuat malam ini terang, coba kehidupan kita seperti
bulan / bintang di langit selalu ada di atas... (ucap aam sambil mendongakkan
kepalanya)
Bu inah : kehidupan di atas tidak selalu
membahagiakan nak !! “ (balas sang ibu sambil merapikan tempat tidurnya yang
beralaskan kardus – kardus)
Aam : “tapi bu kalau kita ada
uangkan aam bisa sekolah lagi bu, aam juga ingin belajar dikelas bersama teman – teman, bukan
hanya belajar di balik jendela bu.. “ (lanjut aam sambil terus berharap)
Bu inah : kita juga harus tau diri nak..
bersyukurlah kamu masih bisa belajar meskipun hanya di balik jendela “
Aam : “iya bu.. aam tau “
“Oh ya bu.. ini tadi aam sempat mencatat
ini dari balik jendela” (aam menyodorkan sebuah buku tulis yang agak lusuh)
Bu inah : (duduk menghampiri aam) “coba ibu
liat...!!
Aam : “ini bu..”
Bu inah : “ya bersyukurlah nak kamu masih
bisa mengenal abjad.. kita berdoa saja semogakeajaiban tuhan itu benar – benar
terjadi. Tapi ingat kamu juga harus selalu berusaha”
Aam :”iya bu.. aam janji akan
selalu berusaha dan berdoa”
Bu inah :”iya.. ibu percaya dengan anak ibu..
(sang ibu tersenyum kecil pada anaknya) tapi ingat nak jangan pernah mengeluh
dalam menjalani hidup ini.. teruslah bersyukur kepada yang maha kuasa.. tuhan
tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya “ (sang ibu
mengelus – elus rambut anaknya)
Aam : iya bu aam janji tidak akan
pernah mengeluh lagi pada kehidupan.. janji” (aam mengangkat 2 jarinya seraya
berjanji dihadapan ibunya).
Bu inah : “anak pintar.. ya sudah sekarang
kita tidur sudah malam.. jangan lupa berdo’a dulu sebelum tidur”
Aam : “iya bu.. “ (aam berdo’a dan
bersiap untuk tidur)
Hembusan
angin malam mengantarkan keluarga sederhana ini tidur lelap, dan
Meskipun
hanya beralaskan kardus dan berselimut koran, tidur mereka bagaikan
Di
sebuah rumah mewah yang ber AC...
Ku ku
ruyuk... terdengar suara kokok ayam jantan menandakan mentari pagi telah
Beranjak,
begitu pun aam dan ibunya yang kembali melakukan kegiatan sehari – hari
Mengais
rupiah untuk makan.
Bu inah : “ya sudah nak kita berpisah disini,
ibu mau mencari barang bekas di sekitar perumahan dan kamu di area sekolah saja
ya ! “ (ibu inah menunjukkan arah dengan jemarinya)
Aam : “iya bu.. (aam mencium tangan
ibunya dan bergegas mencari barang – barang bekas yang sekiranya bisa
menghasilkan uang)
*****
Area Sekolah*****
Aam : (sambil melihat kanan
kirinya) “ wah sepertinya sekolah sedang libur.. sayang sekali padahal aku
ingin ikut belajar lagi “ (sambil terus memandangi buku tulis yang diambilnya
dari dalam karung)
Aam : “hmm, ya sudah lebih baik aku
ambil sampah – sampah nya saja” (sambil memunguti sampah – sampah)
Tiba –
tiba dari kantor sekolah ada yang memanggil.
Ibu
kepsek : “hey nak...!”
Aam : (mencari sumber suara yang
memanggil) “saya bu? Maaf, apa saya mengganggu?”
Ibu
kepsek : “tidak.. ini ibu hanya ingin
memberikan ini, (menyodorkan barang – barang bekas) kebetulan selagi sekolah
diliburkan kami sedang ada perapian dikantor juga perapian area sekolah dan ibu
rasa barang – barang ini sudah tidak terpakai.”
Aam : (menerima barang tersebut)
“terima kasih banyak bu!”
Ibu
kepsek : “iya sama – sama..
seharusnya kami pihak sekolah lah yang harus berterima kasih pada kamu nak..”
Aam : “iya tidak apa – apa, tidak
perlu sungkan”
Ibu
kepsek : “oh ya.. apa kamu sekolah
nak? “ (sambil memegang pundak sang pemulung)
Aam : (menunduk sejenak) “saya
tidak bersekolah bu.. kalau begitu saya permisi dulu bu..”
Ibu
kepsek : “oh ya kalau begitu..
silahkan”
Aam
bergegas pergi seakan tidak ingin membahas masalah sekolahnya.. mungkin
Baginya
sekolah saat ini hanyalah menjadi impian terbesarnya. Ketika menuju gerbang
sesuatu terjadi.
Aam : jdugg.. “maaf... maaf aku
tidak sengaja” (aam menabrak seseorang) terlihat beberapa siswa baru hadir
Dewi : “aduhh.. iihh.. pemulung??
Omg.. baju mahal gue yang beli di paris kotor nih.. eh loh pemulung kalau jalan
tuh pake mata jangan pake karung, pergi pergi, jauh – jauh dari gue.. jijik tau
gak! Ihh “ (dewi seraya mendorong aam hingga terjatuh)
(aam tertunduk)
Dila : “ihh.. bos kotor tuh
bajunya.. yah rusak deh tuh baju mahal” (sambil melihat dan mengusap baju
kawannya)
Dewi : “tau nih.. nyebelin banget
sih...”
Aam : “maaf maaf.. sini biar aku
bersihkan ! (aam beranjak bangun dan mencoba membersihkan baju orang tersebut)
Dila : “eh.. eh.. malah di pegang
lagi”
Dewi : “(seraya melempar tangan aam)
“udah gak usah pegang – pegang tetanus yang ada nanti gue”, udah yuk dil kita
caw”
Dila : “ayo dew... biarin aja nih
si gembel (seraya mendorong aam)
Dila
& Dewi : “dasar gembel, gak pantes
loh nginjekin kaki ke sekolah ini tau” (mereka bergegas pergi)
Tiba –
tiba dari kejauhan 2 anak perempuan menghampiri aam
Eni
& Wulan : “eh.. kamu gak apa – apa?”
(seraya membangunkan aam yang terjatuh)
Aam : “iya gak apa – apa.. makasih
ya..”
Wulan : “keterlaluan tih si dewi sama
dila, mesti dikasih pelajaran” (gumam wulan kesal)
Eni : “udah biarin aja
orang kaya gitu pasti akan dapat balasannya nanti, bener nih kamu gak apa –
apa??”
Aam : “iya kok gak apa – apa !
sekali lagi terima kasih banyak ya!” (aam segera bergegas pergi meninggalkan
area sekolah)
Wulan : “kasihan ya ni anak yang tadi,
mereka berdua itu bener – bener ya!”
Eni : “udah gak heran
lagi mereka bersikap begitu nanti juga kena batunya”, udah yuk bantu guru –
guru yang lain”.
(wulan
dan eni bergegas menghampiri guru – guru mereka dan teman – teman yang
lain)
terlihat
dari kejauhan ada seorang yang sejak kejadian tadi memperhatikan area sekitar
sekolah.
Memang akhir – akhir ini orang itu terlihat kerap kali memperhatikan aktifitas
sekolah
tersebut sepertinya tertarik pada sesuatu entah apapun itu bentuknya
**keesokan
hari** di smp mandalahayu
Aktifitas
berjalan normal seperti biasanya
[area
kelas VIII]
Terlihat
guru dan siswa sedang melakukan prosesi tanya jawab. Dan juga terlihat aam
Yang
mengikuti pelajaran di balik jendela
Bu
nyunyun : “kali ini ibu akan melatih kalian
dengan pertanyaan – pertanyaan umum, siap ya?”
Murid –
murid : siap bu !!”
Bu
nyunyun : “oke.. yang tau harap tunjuk
tangan, kita mulai.. pertanyaan pertama kapan hari bandung lautan api?”
Terdiam
sejenak
Aam : (menulis jawaban di buku
tulisnya) “itu.. tanggal 24 maret” ucapnya pelan
Eny : “saya tau bu.. (sambil
mengangkat tangannya)
Bu
nyunyun : “iya eny silahkan jawabannya?”
Eny : “tanggal 24 maret bu..
Bu
nyunyun : “iya jawaban kamu betul, pintar
kamu eny”
Wulan : (terpana kecil sambil penepuk –
nepuk punggung eny) hebat kamu hebat”
Dila : “yah apa hebatnya ya bos,
begitu aja bangga”
Dewi : “tau tuh.. sayangnya gue kalah
cepat, pertanyaan paling gampang tuh”
Wulan : “huh.. sok bisa gak tau aja
belagu”
Bu
nyunyun : “hey sudah – sudah... kita
lanjut ke pertanyaan selanjutnya !”
Pertanyaan
demi pertanyaan pun di lontarkan oleh bu nyunyun akan tetapi ketika
Pertanyaan
kelima dilontarkan semua terdiam
Bu
nyunyun : “ini pertanyaan terakhir ya..
siapa yang tau dimana letak monumen tugu bambu runcing?” ayo siapa yang tau?”
Murid –
murid : (terlihat mereka sedang sibuk
berpikir)
Tiba –
tiba seseorang menjawab
Aam : “nah aku tau, letaknya ada di
kecamatan muntilan, kabupaten magelang
Upss..” (serentak aam langsung menundukkan
kepalanya ke bawah jendela, semua pandangan tertuju ke arah jendela)
Dewi : “siapa tuh yang jawab?”
Bu
nyunyun : “siapa itu yang di balik
jendela? Ya nak jawabannya benar”
(beranjak dari tempat duduknya menghampiri
keluar)
Terlihat
seorang anak dengan karung barisi barang bekas yang sedang bersembunyi
Di
balik jendela sambil menutup mulutnya.
Bu
nyunyun : “kamu siapa nak?”
Aam : “maaf bu.. maaf kalau saya
mengganggu jam belajar disini, saya mohon maaf, saya hanya ingin ikut belajar,
kalau memang saya mengganggu saya akan pergi. Permisi bu.. (aam bergegas pergi
dari kelas)
Eny : “lan itu kayanya anak yang
kemarin deh..”
Wulan : “iya en.. berarti selama ini
anak yang sering aku liat dibalik jendela dia ya en..”
Eny : “iya kayanya si gitu”.
Dewi : “ngapain sih pada ngurusin
gembel?” (dengan wajah sinis)
Dila : “tau kerajinan banget kalian
!”
Wulan : heh.. gembel juga manusia..
kalian tuh emang gak punya hati ya” (wulan angkat bicara)
Eny : sst.. udah udah..
Bu
nyunyun : “yasudah anak – anak kita lanjutkan
pelajarannya..” (sambil mengambil sebuah buku)
**beralih
ketempat tinggal aam**
Kumuh..
ya itu mungkin pandangan pertama yang dilihat mata seseorang wanita yang
Datang
dengan asistannya kelihatannya dia adalah orang kaya yang ternama. Ketika
Tiba di
area pemukiman tempat tinggal aam dan sang ibu.
Nuzul : “permisi.. apa benar ini tempat
tinggal aam?”
Bu inah : “iya benar.. silahkan duduk dulu”
Nuzul : “iya terima kasih bu..”
Bu inah : “kalau boleh tau ada perlu apa ya
bu mencari anak saya?” apa dia buat kesalahan?”
Nuzul : “oh tidak bu.. saya kesini
justru ingin berterima kasih
Bu inah : “berterima kasih?” untuk apa?” (ibu
aam tercengang kaget)
Nuzul :
hmm.. ya mungkin asisten saya yang akan menjelaskannya pada anda ! silahkan
ren” (mempersilahkan asistennya berbicara)
Ren : “baik bu.. !” (mengangguk
pada nuzul) begini anak ibu telah menolong bos saya, tempo hari. Dan kedatangan
kami kesini berniat ingin berbalas budi baik anak ibu”
Ibu
inah : “balas budi?”
Ren : “iya.. apakah aam sekolah
bu?”
Ibu
inah : “aam.. sudah tidak
bersekolah.. ya maklum lah keadaan ekonomi kami seperti ini..”
Ren : “hmm.. bos saya ini
sebenernya berniat membantu biaya sekolah aam dan menanggung semuanya, ya
karena belakangan ini saya sering kali memperhatikan aam yang selalu mengikuti
pelajaran disekolah mandalahayu meskipun hanya di balik jendela, sepertinya dia
memiliki semangat belajar yang luar bisa”
Nuzul : “nah bagaimana bu? Apakah ibu
akan menerima bantuan saya?”
Ibu
inah : “terima kasih banyak
(sambil memegangi tangan bu nuzul) saya sangat bersyukur ibu mau membantu saya
menyekolahkan anak saya”
Nuzul : “iya..iya bu..sama – sama, aam
memang pantas mendapatkannya !”
Ren : (tersenyum kecil)
Aam : “assalamualaikum.. bu.. aku
pulang !!” (aam beranjak masuk ke rumahnya)
Bu inah : “walaikumsalam nak ! (ibu aam
menghampiri aam dan memegang pundak aam). Nak ini sebuah anugerah dan jawaban
dari kerja keras dan kebaikan hatimu nak !”
Aam : (tercengang) “apa maksudnya
bu? Ada apa ini?
Bu inah : “kamu bisa sekolah lagi nak !
“(ujar sang ibu).
Aam : “sekolah? Sekolah? Apa bu?
Sekolah?” (mata aam berkaca – kaca mendengar kata sekolah)
Bu inah : “iya nak ! kamu harus bersyukur nak
bisa kembali di bangku sekolah lagi, kamu pantas dapatkan itu nak”
Suasana
haru menyelimuti rumah sederhana tersebut dalam sekejap, berkali – kali aam
Aam dan
ibunya sujud syukur atas rahmat dan karunia tuhan ini
Bu inah : “kamu juga harus berterima kasih
nak pada bu nuzul dia yang semuanya nak !
Aam : “ibu kan yang waktu itu ya?
terima kasih banyak bu” (memegangi tangan bu nuzul sambil mencium tangannya)
Bu
nuzul : “ya sudah.. iya
sama – sama nak.. kamu memang pantas mendapatkan ini, kamu nanti sekolah yang
rajin ya !”
Aam : “iya bu.. itu pasti, sekali
lagi terima kasih
Bu
nuzul : “mulai minggu
depan kamu bisa mulai aktif disekolahan ya. Dan mulai sekarang kamu tinggal
dirumah yang sudah ibu sediakan untukmu dan ibumu ya..!”
Aam
& ibu : “terima kasih bu..”
Ren : “baiklah kalau begitu kami
permisi.. selamat menikmati kehidupan yang baru ya nak”
Aam : “iya..
Ibu
inah : “allah telah menjawab doa
– doa dari hambanya yang selalu sabar nak !”
Aam : “iya bu..
Bu
nuzul dan asistennya pun beranjak meninggalkan kediaman aam dan sang ibu. Kini
aam
mendapatkan kehidupan yang layak, dan mampu mewujudkan keinginannya untuk
kembali
bersekolah. Alhasil banyak anak – anak yang kagum padanya karena dia salah
satu
anak
eny : “selamat ya am, sekarang
kamu resmi jadi murid disini dan bukan sekedar murid di balik jendela lagi”
aam : “iya en makasih ya, kamu
udah mau jadi temenku”
eny : “iya am
wulan : “iya am selamat ya ! aku salut
sama kamu, walau dalam keadaan seperti ini kamu tetep gak mengeluh”
aam : “makasih ya.. untuk apa
mengeluh, mengeluh hanyalah untuk orang bodoh yang malas berpikir, lebih baik
selalu menerima dengan tabah”
wulan : “iya iya kamu benar
dewi : “hmm.. am selamat ya ! maaf
bila aku punya salah denganmu, aku sadar aku harus banyak belajar dari dirimu
terutama masalah pelajaran (menjabat tangan aam)
dila : “iya am aku juga ya !”
aam : “iya, sama – sama, setiap
manusia pasti pernah melakukan kesalahan pada siapapun itu”
dila
& dewi : “makasih ya am”
wulan : “nah kalau begini kan enak gak
bakal ada yang ribut masalah gembel bla bla bla” (sambil merangkul)
eny : “sst.. diam ah kamu lan,
tapi bener juga sih hahaha..”
dila : “iya iya bener.. lagi pula
siapa pun berhak kan mendapatkan pendidikan”
dewi : “tumben dil pinter..”
dila : “iya dong kan belajar dari
aam, ya gak am?”
aam : “iya deh..” (aam tersenyum)
wulan : “untuk pertemanan dan sekolah
kita” gembira (wulan menjulurkan tangannya kedepan dan diikuti aam dan yang
lainnya)1,2,3.. yeahh..
pendidikan
adalah hak bagi siapa saja sekalipun itu anak jalanan/ pemulung, setiap
orang
berhak mendapatkannya, seperti aam yang kini mulai terbiasa kembali dengan
kehidupannya
sebagai pelajar. Pantang menyerah, tidak mengeluh adalah cara aam
menjalani
hidup dan menemukan titik terang pendidikan sebagai bekal masa depannya.
yang
cerdas dan baik hati juga pandai bergaul. Sampai – sampai dewi dan dila yang
tadinya
selalu mengejeknya kini berbalik menjadi temannya dan banyak belajar banyak
dari
dirinya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar