Senin, 22 Februari 2016

“ Rindu “


By : Mysih Susanti (11/03/15)

Rindu ??
Bagiku itu hal yang tak dapat ku ucapkan.
Hanya mampu ku rasakan.
Hanya mampu ku dambakan.
Rindu ??
Bukan hal yang mampu ku umbar – umbar.
Hanya bisa ku benam.
Dalam.
Dan Terpendam.
Rindu ??
Rasa itu tak mampu ku ungkapkan.
Hanya mapu ku rasakan.
Rasakan.
Terus rasakan.
Semakin dalam semakin berpendar.
Saat kau tak sanggup lagi,
Kau akan merintih.

Rindu ??
Saat jumpa rasa itu sirna.
Hilang tanpa rasa.
Tak banyak yang mampu ku ungkap.
Hanya mata yang akan melihat.
Hanya hati yang akan merasa.
Hingga kita tepis rindu yang melanda.

“ Hadiah Terindah “


By : Mysih Susanti ( 22/03/15 )

Bertahun –tahun yang lalu…
Aku dilahirkan..
Bertahun – tahun yang lalu…
Aku dibesarkan ..
Hingga kini ..
Hingga seperti ini ..
Memang tak ada yang berharga awalnya..
Memang tak ada yang special awalnya..
Tak ada yang mengingat ..
Tak ada yang mengucap ..
Bahkan,
Tak ada kata selamat ..
Aku tak berharap..
Aku pun tak meminta..
Aku hanya ingin kalian mengingat..
Mengingat apa yang juga ku ingat untuk kalian…
Aku hanya ingin sahabatku..
Aku hanya ingin kawan karibku ..
Dirimu …
Ya dirimu …
Mengulurkan tanganmu padaku …
Bagiku ..
Kalian kebahagiaanku…
Bagiku …
Kalian senyumanku…
Bagiku …
Kalian semangatku …
Bagiku …
Kalian hadiah terindah bagiku …

Thanks for everything…

Jumat, 08 Mei 2015

“Hari Yang Kurindukan”


By : Mysih Susanti (16/12/14)
Berbagai kisah berbagai cerita,
Setiap hari setiap saat,
Betapa ku merindu kelu kesah,
Canda,
Tawa,
Tangis,
Bahkan bahagia,
Aku ingin hari itu kembali,
Aku ingin hari itu hadir lagi,
Hadir di depan pandangan ini,
Menghapus sedih jua Sepi,
Berlari,
Terus berlari menyingsing keheningan,
Memandang,
Saling memandang,
Melihat impi yang sama,
Dalam ruang yang tak hampa,
Seringai kawan bahagia,
Sungguh,
Aku rindu hari itu,
Hari dimana kita tertawa lepas,
melangkah bebas,
Tanpa batas,

Kawan aku rindu,
Ingin rasanya bertemu,
Namun tak bisa kini tak seperti dulu,
Kini hidup meramu,
Masa depan pun menunggu,
yang ku mampu hanya merindu,
Rindu akan masa lalu.

“ Jeritan Hatiku “


By : Mysih Susanti ( 17/03/15 )
Sesak ….
Air mataku terus mengisak…
Setiap malam aku merintih ….
Setiap malam aku bersedih…
Tuhan ?
Mengapa ?
Mengapa kau buat seperti ini ?
Rasanya sesak…
Rasanya pedih…
Sakit…
Perih hati ini…
Tuhan ..
Bila hati ini mampu berkata..
Ia pasti berucap…
Berteriak…
Kepediha apa yang ku rasa ?
Kesedihan apa yang ku simpan ?
Tuhan..
Mengapa ?
ketika kau beri kami hidup yang layak,
Kau justru beri kami angin yang begitu dahsyat,
Mewah namun tak bahagia?
untuk apa ?
Tuhan …
Bila kau biarkan hatiku meminta..
Ku mohon kembalikanlah..
Kembalikan kebahagiaan yang dulu pernah kau beri..
sederhana…
Namun penuh tawa…
Penuh bahagia

Kumohon…
Kumohon…

“ Kecewa “


By : Mysih S usanti ( 15/03/15 )

Ku pikir kalian terpercaya,
Ku pikir kalian bercahaya,
Ku ingin kita Berjaya,
Namun apa daya,
Kau buang ku luka,
Kau buang ku lara,
Kau buang ku derita,
Sakit yang ku rasa,
Duka yang ku terima,
Sisalah air mata,
Mengapa ??
Mengapa kau tega ??
Hancurkan rasa,
Hancurkan jiwa,
Kau beri rasa,
Kau jual asa,
Tak pernah ku duga,
Kau hancurkan percaya,
Tnpa rasa,
Tanpa duka,

Mengapa ??
Mengapa kau tega ??
Menjual rasa,
Membuang asa,
Apa ?
Kenapa ?
Benar aku tak duga,
Kau buat diriku putus asa,
Buat duka,
Buat derita,
Hingga kecewa hancurkan rasa.

“ Rindu “


By : Mysih Susanti (11/03/15)

Rindu ??
Bagiku itu hal yang tak dapat ku ucapkan.
Hanya mampu ku rasakan.
Hanya mampu ku dambakan.
Rindu ??
Bukan hal yang mampu ku umbar – umbar.
Hanya bisa ku benam.
Dalam.
Dan Terpendam.
Rindu ??
Rasa itu tak mampu ku ungkapkan.
Hanya mapu ku rasakan.
Rasakan.
Terus rasakan.
Semakin dalam semakin berpendar.
Saat kau tak sanggup lagi,
Kau akan merintih.

Rindu ??
Saat jumpa rasa itu sirna.
Hilang tanpa rasa.
Tak banyak yang mampu ku ungkap.
Hanya mata yang akan melihat.
Hanya hati yang akan merasa.
Hingga kita tepis rindu yang melanda.

Sabtu, 31 Mei 2014

“Putih Abu – Abu”




Author           : Mysih Susanti (20/03/13)

Terlukis ribuan kisah di balik pintu sekolah …
Terukir sejuta kenangan di dinding sekolah …
Terukir sejuta coretan menghias indah ..
itulah sekolah …


Setiap sudut memiliki cerita …
Banyak kisah …
Dan sejarah …

Gerbang yang selalu menyapa …
Ranting yang melambai …
Menghantarkan angin semangat pagi …

Setiap sudut banyak cerita …
Meja yang selalu mendamba …
Kursi yang selalu siap di singgah …

Semilir angin nun asri …
Kicauan burung nun merdu …
Temani hari menuntut ilmu …

Setiap sudut memiliki cerita …
Awal sampai akhir …
Datang sampai pulang …
Tersenyum gembira dan bermain …
Sapa dan canda …
Tangis dan Tawa …


Namun, kini tak kan terdengar lagi …
Canda, sapa dan tawa teman berseragam ….
Tak kan terlihat lagi …
Ratap wajah teman berseragam …
Tak kan di kenakan lagi (putih abu – abu) ….