Sabtu, 31 Mei 2014

“Putih Abu – Abu”




Author           : Mysih Susanti (20/03/13)

Terlukis ribuan kisah di balik pintu sekolah …
Terukir sejuta kenangan di dinding sekolah …
Terukir sejuta coretan menghias indah ..
itulah sekolah …


Setiap sudut memiliki cerita …
Banyak kisah …
Dan sejarah …

Gerbang yang selalu menyapa …
Ranting yang melambai …
Menghantarkan angin semangat pagi …

Setiap sudut banyak cerita …
Meja yang selalu mendamba …
Kursi yang selalu siap di singgah …

Semilir angin nun asri …
Kicauan burung nun merdu …
Temani hari menuntut ilmu …

Setiap sudut memiliki cerita …
Awal sampai akhir …
Datang sampai pulang …
Tersenyum gembira dan bermain …
Sapa dan canda …
Tangis dan Tawa …


Namun, kini tak kan terdengar lagi …
Canda, sapa dan tawa teman berseragam ….
Tak kan terlihat lagi …
Ratap wajah teman berseragam …
Tak kan di kenakan lagi (putih abu – abu) ….

Rabu, 21 Mei 2014

“Mimpi tak sampai”





Author           : Mysih Susanti (27/01/14)

Mimpi?
Kini t’lah menjadi serpihan …
Kini t’lah menjadi sebuah angan …
Tak kan mampu ku gapai …
Tak kan mampu ku dekati …


Semakin menjauh ….
Melayang …
Menghilang ….
Hilang bersama harapan yang t’lah pupus …


Aku hanya mampu bermimpi …
Memberi harap pada diri ….
Membuat hati selalu merintih …
Ntah kapan kan ku raih …


Aku tak bisa mencapainya ….
Tak bisa menggapainya …
Hanya akan menjadi harap …
Harap yang terus melayang …
Sebagai mimpi yang tak kan mampu ku genggam …

Selasa, 20 Mei 2014

SENI DRAMA (BERMAIN PERAN) “Mengejar Matahari"


 naskah ini di buat dalam rangka pemenuhan tugas sekolah  SMK MANDALAHAYU kelas XI AP 2 TAHUN 2011 (drama musical ) selamat membaca !!


Tema                          :  Pendidikan
Judul                          : “Mengejar Matahari"
Author            story by         : Mysih Susanti
Backsound by          : Kiki Sulistiani
Daftar Bcksound      :
Ø  Ari lasso- Mengejar Matahari
Ø  Nidji –Pahlawan Mimpi
Ø  Nidji –Laskar Pelangi
Ø  Lollypop – kamseupay
Ø  D’Massiv – Jangan Menyerah

Sinopsis cerita:
Mengisahkan seorang anak bernama aam dengan kehidupan serba kekurangan. Namun keadaan tidak membuat aam patah semangat untuk mengejar kehidupan apa yang dia inginkan, meskipun hanya anak dari seorang pemulung barang – barang bekas semanya untuk bisa mendapatkan pendidikan di usianya yang sekarang ini terus berkobar. “pelajar di balik jendela mungkin itu julukannya saat ini melalui jendela sekolahlah dia mengikuti pelajaran meski hanya sedikit yang ia dapat. Dia tak pernah mengeluh dengan keadaannya sekarang, dia selalu bersabar dan selalu bersyukur dengan pemberian tuhan kepadanya. Itulah ajaran yang selalu diajarkan oleh sang ibu, meski miskin hidupnya bahagia. 
            Semangat belajar yang tinggi meski dengan keadaan yang serba kekurangan, serta kesungguhan yang luar biasa mungkin itulah yang menjadi salah satu alas an bu nuzul seorang pengusaha yang sangat terketuk hatinya untuk membiayai kehidupan serta sekolahnya.
            Tentu saja selama perjuangan hidupnya tidak mudah banyak juga orang – orang di sekitarnya yang selalu meremehkan kehadirannya sebagai pemulung di sekolah tersebut.


Pengenalan Tokoh :

1.    Aam (Tokoh Utama) di perankan oleh :
Ø  Mysih Susanti
Gadis berusia 12 tahun yang memiliki mimpi untuk bisa kembali sekolah, dia kini menjadi seorang pemulung karna paksaan ekonomi. Kehidupannya penuh dengan segala kekurangan.

2.    Ibu Inah di perankan oleh :
Ø  Dea Abdillah Nurhasanah
Beliau adalah ibu dari Aam ,orang yang selalu mengajarkan aam untuk tetap bersyukur dalam menghadapi cobaan hidup.

3.    Eny di perankan oleh :
Ø  Hernia Putri Anggraini
Seorang siswa smp kelas VIII ,sifatnya agak cuek dan tidak mau mempersulit suatu keadaan.

4.    Wulan di perankan oleh :
Ø  Desmiati Wulandari
Sahabat dari siswi bernama eny sejak dari SD , orangnya mudah marah tapi suka bercanda, Emosinya sulit di control.

5.    Dewi di perankan oleh :
Ø  Dewi Sartika
Salah satu siswi kelas VIII dan juga salah 1 peran antagonis dalam cerita ini. Yang awalnya sangat tidak menyukai keberadaan aam di tengah-tengah kehidupan sekolahnya.


6.    Dilla di perankan oleh :
Ø  Kiki Sulistiany
Seorang siswi kelas VIII yang merupakan teman dari dewi, dia selalu mengikuti dimana dewi ada, selalu mendukung apa yang dilakukan dewi meskipun  perbuatannya salah.

7.    Bu Kepsek di perankan oleh :
Ø  Gita Sibarani
Pemilik SMP Mandalahayu yang ramah , dan orang yang memberikan tugas aam untuk mengambil barang-barang bekas di sekolah.

8.    Bu nyunyun diperankan oleh :
Ø  Yunita Safitri
Beliau merupakan salah satu guru di SMP Mandalahayu .

9.    Bu Nuzul di perankan oleh :
Ø  Febrie Nuzul Putri
Seorang pengusaha kaya yang dermawan dan tertarik dengan semangat belajar aam ,yang pada akhirnya menanggung semua biaya kehidupan aam.

10. Ren di perankan oleh :
Ø  Renny Indriany
Dia merupakan asisten pribadi bu nuzul yang selalu membantu segala kegiatan yang di lakukan bu nuzul. Termasuk dalam membantu kehidupan aam.



“ MENGEJAR MATAHARI “

                Aam adalah satu dari sekian banyak anak di Indonesia yang kurang beruntung, yang tidak bisa merasakan kegembiraan di balik bangku sekolah seperti anak lainnya.ya apa daya, keadaan ekonomilah yang memaksa aam untuk tidak lagi bersekolah dan lebih memilih bekerja untuk membantu ibunya mencari nafkah demi kehidupan sehari-hari, maklum saja kini gadis berusia 12 tahun ini menjadi tulang punggung keluarga membantu ibunya semenjak ayahnya meninggal dunia.ia bekerja sebagai pemulung sampah / barang-barang bekas di SMP Mandalahayu .
                Bila ada kesempatan aam terkadang mencuri-curi pelajaran di kelas tersebut dari balik jendela kelas sambil mencatatnya.
Bu nyunyun : “ oke anak-anak sekarang buka buku seni dan budaya kalian ! “ (seru    bu arni pada murid-murid nya)

Anak-anak bergegas mengeluarkan buku-buku pelajaran.
(4 orang siswa)

Bu nyunyun  : “ sekarang kalian buka hal.71 sekarang kalian kerjakan soal ini…” (bu arni mulai menulis di papan tulis)
Murid-murid  : “ iya …baik bu…”

Suasana hening sejenak
Di sela sela waktu menulis terdengar wulan berbisik pada eny..
Wulan            : “eh en liat deh di jendela kelas kita ! kayanya ada yang lagi ngintip tuh ! cepat liat en !!” (bisik wulan pelan sambil memaksa eny menengok keluar jendela)
Eny                 : (Sambil Menoleh)“ mana ada orang ??salah liat aja kali ,ganggu aja nih…”
Wulan            : “bener kok en ,tadi aku liat ada orang di balik jendela ..”
Eny                 : “kamu salah liat kali ,gak ada apa-apa kok, udah nulis lagi nanti di marahin bu nyunyun baru rasa kamu,,”
Wulan            : (menggaruk-garuk kepalanya) “ ya mungkin… hmm entahlah”
Karna merasa ada yang melihatnya,aam langsung bergegas menurunkan kepalanya agar tidak terlihat.
Aam                 : (sambil menghela nafas aam mulai merunduk)”hah.. syukurlah tidak ketahuan ,sebaiknya aku lanjutkan pekerjaan saja.”

**********************

Bu nyunyun  : hey.. siapa itu yang berbisik – bisik.. (sambil menoleh ke belakang) wulan, eny apa yang kalian bicarakan ayo cepat tulis soalnya !
Eny & Wulan  : ehh.. iya bu... maaf bu ! “
Dewi                : Syukurin makanya jangan berisik ! “
Eny                  : suka – suka ! “
Jam pelajaran terus berlanjut hingga bel tanda pulang sekolah pun berbunyi.

=Beralih di kehidupan aam malam hari=
Aam                 : langit malam ini cerah ya bu.. bulan dan bintangnya membuat malam ini terang, coba kehidupan kita seperti bulan / bintang di langit selalu ada di atas... (ucap aam sambil mendongakkan kepalanya)
Bu inah           : kehidupan di atas tidak selalu membahagiakan nak !! “ (balas sang ibu sambil merapikan tempat tidurnya yang beralaskan kardus – kardus)
Aam                 : “tapi bu kalau kita ada uangkan aam bisa sekolah lagi bu, aam juga ingin belajar dikelas bersama teman – teman, bukan hanya belajar di balik jendela bu.. “ (lanjut aam sambil terus berharap)
Bu inah           : kita juga harus tau diri nak.. bersyukurlah kamu masih bisa belajar meskipun hanya di balik jendela “
Aam                 : “iya bu.. aam tau “
                              “Oh ya bu.. ini tadi aam sempat mencatat ini dari balik jendela” (aam menyodorkan sebuah buku tulis yang agak lusuh)
Bu inah           : (duduk menghampiri aam) “coba ibu liat...!!
Aam                 : “ini bu..”
Bu inah           : “ya bersyukurlah nak kamu masih bisa mengenal abjad.. kita berdoa saja semogakeajaiban tuhan itu benar – benar terjadi. Tapi ingat kamu juga harus selalu berusaha”
Aam                 :”iya bu.. aam janji akan selalu berusaha dan berdoa”
Bu inah           :”iya.. ibu percaya dengan anak ibu.. (sang ibu tersenyum kecil pada anaknya) tapi ingat nak jangan pernah mengeluh dalam menjalani hidup ini.. teruslah bersyukur kepada yang maha kuasa.. tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya “ (sang ibu mengelus – elus rambut anaknya)
Aam                 : iya bu aam janji tidak akan pernah mengeluh lagi pada kehidupan.. janji” (aam mengangkat 2 jarinya seraya berjanji dihadapan ibunya).
Bu inah           : “anak pintar.. ya sudah sekarang kita tidur sudah malam.. jangan lupa berdo’a dulu sebelum tidur”
Aam                 : “iya bu.. “ (aam berdo’a dan bersiap untuk tidur)

Hembusan angin malam mengantarkan keluarga sederhana ini tidur lelap, dan
Meskipun hanya beralaskan kardus dan berselimut koran, tidur mereka bagaikan
Di sebuah rumah mewah yang ber AC...

Ku ku ruyuk... terdengar suara kokok ayam jantan menandakan mentari pagi telah
Beranjak, begitu pun aam dan ibunya yang kembali melakukan kegiatan sehari – hari
Mengais rupiah untuk makan.
Bu inah           : “ya sudah nak kita berpisah disini, ibu mau mencari barang bekas di sekitar perumahan dan kamu di area sekolah saja ya ! “ (ibu inah menunjukkan arah dengan jemarinya)
Aam                 : “iya bu.. (aam mencium tangan ibunya dan bergegas mencari barang – barang bekas yang sekiranya bisa menghasilkan uang)


***** Area Sekolah*****
Aam                 : (sambil melihat kanan kirinya) “ wah sepertinya sekolah sedang libur.. sayang sekali padahal aku ingin ikut belajar lagi “ (sambil terus memandangi buku tulis yang diambilnya dari dalam karung)
Aam                 : “hmm, ya sudah lebih baik aku ambil sampah – sampah nya saja” (sambil memunguti sampah – sampah)
Tiba – tiba dari kantor sekolah ada yang memanggil.
Ibu kepsek      : “hey nak...!”
Aam                 : (mencari sumber suara yang memanggil) “saya bu? Maaf, apa saya mengganggu?” 
Ibu kepsek      : “tidak.. ini ibu hanya ingin memberikan ini, (menyodorkan barang – barang bekas) kebetulan selagi sekolah diliburkan kami sedang ada perapian dikantor juga perapian area sekolah dan ibu rasa barang – barang ini sudah tidak terpakai.”
Aam                 : (menerima barang tersebut) “terima kasih banyak bu!”
Ibu kepsek      : “iya sama – sama.. seharusnya kami pihak sekolah lah yang harus berterima kasih pada kamu nak..”
Aam                 : “iya tidak apa – apa, tidak perlu sungkan”
Ibu kepsek      : “oh ya.. apa kamu sekolah nak? “ (sambil memegang pundak sang pemulung)
Aam                 : (menunduk sejenak) “saya tidak bersekolah bu.. kalau begitu saya permisi dulu bu..”
Ibu kepsek      : “oh ya kalau begitu.. silahkan”
Aam bergegas pergi seakan tidak ingin membahas masalah sekolahnya.. mungkin
Baginya sekolah saat ini hanyalah menjadi impian terbesarnya. Ketika menuju gerbang sesuatu terjadi.
Aam                 : jdugg.. “maaf... maaf aku tidak sengaja” (aam menabrak seseorang) terlihat beberapa siswa baru hadir
Dewi                : “aduhh.. iihh.. pemulung?? Omg.. baju mahal gue yang beli di paris kotor nih.. eh loh pemulung kalau jalan tuh pake mata jangan pake karung, pergi pergi, jauh – jauh dari gue.. jijik tau gak! Ihh “ (dewi seraya mendorong aam hingga terjatuh)
                          (aam tertunduk)
Dila                  : “ihh.. bos kotor tuh bajunya.. yah rusak deh tuh baju mahal” (sambil melihat dan mengusap baju kawannya)
Dewi                : “tau nih.. nyebelin banget sih...”
Aam                 : “maaf maaf.. sini biar aku bersihkan ! (aam beranjak bangun dan mencoba membersihkan baju orang tersebut)
Dila                  : “eh.. eh.. malah di pegang lagi”
Dewi                : “(seraya melempar tangan aam) “udah gak usah pegang – pegang tetanus yang ada nanti gue”, udah yuk dil kita caw”
Dila                  : “ayo dew... biarin aja nih si gembel (seraya mendorong aam)
Dila & Dewi    : “dasar gembel, gak pantes loh nginjekin kaki ke sekolah ini tau” (mereka bergegas pergi)
Tiba – tiba dari kejauhan 2 anak perempuan menghampiri aam
Eni & Wulan   : “eh.. kamu gak apa – apa?” (seraya membangunkan aam yang terjatuh)
Aam                 : “iya gak apa – apa.. makasih ya..”
Wulan              : “keterlaluan tih si dewi sama dila, mesti dikasih pelajaran” (gumam wulan kesal)
Eni                              : “udah biarin aja orang kaya gitu pasti akan dapat balasannya nanti, bener nih kamu gak apa – apa??”
Aam                 : “iya kok gak apa – apa ! sekali lagi terima kasih banyak ya!” (aam segera bergegas pergi meninggalkan area sekolah)
Wulan              : “kasihan ya ni anak yang tadi, mereka berdua itu bener – bener ya!”
Eni                              : “udah gak heran lagi mereka bersikap begitu nanti juga kena batunya”, udah yuk bantu guru – guru yang lain”.
(wulan dan eni bergegas menghampiri guru – guru mereka dan teman – teman yang
lain)
terlihat dari kejauhan ada seorang yang sejak kejadian tadi memperhatikan area sekitar
sekolah. Memang akhir – akhir ini orang itu terlihat kerap kali memperhatikan aktifitas
sekolah tersebut sepertinya tertarik pada sesuatu entah apapun itu bentuknya
**keesokan hari** di smp mandalahayu
Aktifitas berjalan normal seperti biasanya
[area kelas VIII]

Terlihat guru dan siswa sedang melakukan prosesi tanya jawab. Dan juga terlihat aam
Yang mengikuti pelajaran di balik jendela
Bu nyunyun   : “kali ini ibu akan melatih kalian dengan pertanyaan – pertanyaan umum, siap ya?”
Murid – murid : siap bu !!”
Bu nyunyun   : “oke.. yang tau harap tunjuk tangan, kita mulai.. pertanyaan pertama kapan hari bandung lautan api?”
Terdiam sejenak
Aam                 : (menulis jawaban di buku tulisnya) “itu.. tanggal 24 maret” ucapnya pelan
Eny                  : “saya tau bu.. (sambil mengangkat tangannya)
Bu nyunyun   : “iya eny silahkan jawabannya?”
Eny                  : “tanggal 24 maret bu..
Bu nyunyun   : “iya jawaban kamu betul, pintar kamu eny”
Wulan              : (terpana kecil sambil penepuk – nepuk punggung eny) hebat kamu hebat”
Dila                  : “yah apa hebatnya ya bos, begitu aja bangga”
Dewi                : “tau tuh.. sayangnya gue kalah cepat, pertanyaan paling gampang tuh”
Wulan              : “huh.. sok bisa gak tau aja belagu”
Bu nyunyun   : “hey sudah – sudah... kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya !”
Pertanyaan demi pertanyaan pun di lontarkan oleh bu nyunyun akan tetapi ketika
Pertanyaan kelima dilontarkan semua terdiam
Bu nyunyun   : “ini pertanyaan terakhir ya.. siapa yang tau dimana letak monumen tugu bambu runcing?” ayo siapa yang tau?”
Murid – murid : (terlihat mereka sedang sibuk berpikir)
Tiba – tiba seseorang menjawab

Aam                 : “nah aku tau, letaknya ada di kecamatan muntilan, kabupaten magelang
                              Upss..” (serentak aam langsung menundukkan kepalanya ke bawah jendela, semua pandangan tertuju ke arah jendela)
Dewi                : “siapa tuh yang jawab?”
Bu nyunyun   : “siapa itu yang di balik jendela? Ya nak jawabannya benar”
                             (beranjak dari tempat duduknya menghampiri keluar)
Terlihat seorang anak dengan karung barisi barang bekas yang sedang bersembunyi
Di balik jendela sambil menutup mulutnya.
Bu nyunyun   : “kamu siapa nak?”
Aam                 : “maaf bu.. maaf kalau saya mengganggu jam belajar disini, saya mohon maaf, saya hanya ingin ikut belajar, kalau memang saya mengganggu saya akan pergi. Permisi bu.. (aam bergegas pergi dari kelas)
Eny                  : “lan itu kayanya anak yang kemarin deh..”
Wulan              : “iya en.. berarti selama ini anak yang sering aku liat dibalik jendela dia ya en..”
Eny                  : “iya kayanya si gitu”.
Dewi                : “ngapain sih pada ngurusin gembel?” (dengan wajah sinis)
Dila                  : “tau kerajinan banget kalian !”
Wulan              : heh.. gembel juga manusia.. kalian tuh emang gak punya hati ya” (wulan angkat bicara)
Eny                  : sst.. udah udah..
Bu nyunyun   : “yasudah anak – anak kita lanjutkan pelajarannya..” (sambil mengambil sebuah buku)
**beralih ketempat tinggal aam**
Kumuh.. ya itu mungkin pandangan pertama yang dilihat mata seseorang wanita yang
Datang dengan asistannya kelihatannya dia adalah orang kaya yang ternama. Ketika
Tiba di area pemukiman tempat tinggal aam dan sang ibu.
Nuzul               : “permisi.. apa benar ini tempat tinggal aam?”
Bu inah           : “iya benar.. silahkan duduk dulu”
Nuzul               : “iya terima kasih bu..”
Bu inah           : “kalau boleh tau ada perlu apa ya bu mencari anak saya?” apa dia buat kesalahan?”
Nuzul               : “oh tidak bu.. saya kesini justru ingin berterima kasih
Bu inah           : “berterima kasih?” untuk apa?” (ibu aam tercengang kaget)
Nuzul               : hmm.. ya mungkin asisten saya yang akan menjelaskannya pada anda ! silahkan ren” (mempersilahkan asistennya berbicara)
Ren                  : “baik bu.. !” (mengangguk pada nuzul) begini anak ibu telah menolong bos saya, tempo hari. Dan kedatangan kami kesini berniat ingin berbalas budi baik anak ibu”
Ibu inah           : “balas budi?”
Ren                  : “iya.. apakah aam sekolah bu?”
Ibu inah           : “aam.. sudah tidak bersekolah.. ya maklum lah keadaan ekonomi kami seperti ini..”
Ren                  : “hmm.. bos saya ini sebenernya berniat membantu biaya sekolah aam dan menanggung semuanya, ya karena belakangan ini saya sering kali memperhatikan aam yang selalu mengikuti pelajaran disekolah mandalahayu meskipun hanya di balik jendela, sepertinya dia memiliki semangat belajar yang luar bisa”
Nuzul               : “nah bagaimana bu? Apakah ibu akan menerima bantuan saya?”
Ibu inah           : “terima kasih banyak (sambil memegangi tangan bu nuzul) saya sangat bersyukur ibu mau membantu saya menyekolahkan anak saya”
Nuzul               : “iya..iya bu..sama – sama, aam memang pantas mendapatkannya !”
Ren                  : (tersenyum kecil)
Aam                 : “assalamualaikum.. bu.. aku pulang !!” (aam beranjak masuk ke rumahnya)
Bu inah           : “walaikumsalam nak ! (ibu aam menghampiri aam dan memegang pundak aam). Nak ini sebuah anugerah dan jawaban dari kerja keras dan kebaikan hatimu nak !”
Aam                 : (tercengang) “apa maksudnya bu? Ada apa ini?
Bu inah           : “kamu bisa sekolah lagi nak ! “(ujar sang ibu).
Aam                 : “sekolah? Sekolah? Apa bu? Sekolah?” (mata aam berkaca – kaca mendengar kata sekolah)
Bu inah           : “iya nak ! kamu harus bersyukur nak bisa kembali di bangku sekolah lagi, kamu pantas dapatkan itu nak”
Suasana haru menyelimuti rumah sederhana tersebut dalam sekejap, berkali – kali aam
Aam dan ibunya sujud syukur atas rahmat dan karunia tuhan ini
Bu inah           : “kamu juga harus berterima kasih nak pada bu nuzul dia yang semuanya nak !
Aam                 : “ibu kan yang waktu itu ya? terima kasih banyak bu” (memegangi tangan bu nuzul sambil mencium tangannya)
Bu nuzul                   : “ya sudah.. iya sama – sama nak.. kamu memang pantas mendapatkan ini, kamu nanti sekolah yang rajin ya !”
Aam                 : “iya bu.. itu pasti, sekali lagi terima kasih
Bu nuzul                   : “mulai minggu depan kamu bisa mulai aktif disekolahan ya. Dan mulai sekarang kamu tinggal dirumah yang sudah ibu sediakan untukmu dan ibumu ya..!”
Aam & ibu       : “terima kasih bu..”
Ren                  : “baiklah kalau begitu kami permisi.. selamat menikmati kehidupan yang baru ya nak”
Aam                 : “iya..
Ibu inah           : “allah telah menjawab doa – doa dari hambanya yang selalu sabar nak !”
Aam                 : “iya bu..
Bu nuzul dan asistennya pun beranjak meninggalkan kediaman aam dan sang ibu. Kini
aam mendapatkan kehidupan yang layak, dan mampu mewujudkan keinginannya untuk
kembali bersekolah. Alhasil banyak anak – anak yang kagum padanya karena dia salah
satu anak
eny                   : “selamat ya am, sekarang kamu resmi jadi murid disini dan bukan sekedar murid di balik jendela lagi”
aam                  : “iya en makasih ya, kamu udah mau jadi temenku”
eny                   : “iya am
wulan              : “iya am selamat ya ! aku salut sama kamu, walau dalam keadaan seperti ini kamu tetep gak mengeluh”
aam                  : “makasih ya.. untuk apa mengeluh, mengeluh hanyalah untuk orang bodoh yang malas berpikir, lebih baik selalu menerima dengan tabah”
wulan              : “iya iya kamu benar
dewi                 : “hmm.. am selamat ya ! maaf bila aku punya salah denganmu, aku sadar aku harus banyak belajar dari dirimu terutama masalah pelajaran (menjabat tangan aam)
dila                   : “iya am aku juga ya !”
aam                  : “iya, sama – sama, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan pada siapapun itu”
dila & dewi      : “makasih ya am”
wulan              : “nah kalau begini kan enak gak bakal ada yang ribut masalah gembel bla bla bla” (sambil merangkul)
eny                   : “sst.. diam ah kamu lan, tapi bener juga sih hahaha..”
dila                   : “iya iya bener.. lagi pula siapa pun berhak kan mendapatkan pendidikan”
dewi                 : “tumben dil pinter..”
dila                   : “iya dong kan belajar dari aam, ya gak am?”
aam                  : “iya deh..” (aam tersenyum)
wulan              : “untuk pertemanan dan sekolah kita” gembira (wulan menjulurkan tangannya kedepan dan diikuti aam dan yang lainnya)1,2,3.. yeahh..
pendidikan adalah hak bagi siapa saja sekalipun itu anak jalanan/ pemulung, setiap
orang berhak mendapatkannya, seperti aam yang kini mulai terbiasa kembali dengan
kehidupannya sebagai pelajar. Pantang menyerah, tidak mengeluh adalah cara aam
menjalani hidup dan menemukan titik terang pendidikan sebagai bekal masa depannya.
yang cerdas dan baik hati juga pandai bergaul. Sampai – sampai dewi dan dila yang
tadinya selalu mengejeknya kini berbalik menjadi temannya dan banyak belajar banyak
dari dirinya
  

 ........................................................................TAMAT....................................................................