Jumat, 08 Mei 2015

“Hari Yang Kurindukan”


By : Mysih Susanti (16/12/14)
Berbagai kisah berbagai cerita,
Setiap hari setiap saat,
Betapa ku merindu kelu kesah,
Canda,
Tawa,
Tangis,
Bahkan bahagia,
Aku ingin hari itu kembali,
Aku ingin hari itu hadir lagi,
Hadir di depan pandangan ini,
Menghapus sedih jua Sepi,
Berlari,
Terus berlari menyingsing keheningan,
Memandang,
Saling memandang,
Melihat impi yang sama,
Dalam ruang yang tak hampa,
Seringai kawan bahagia,
Sungguh,
Aku rindu hari itu,
Hari dimana kita tertawa lepas,
melangkah bebas,
Tanpa batas,

Kawan aku rindu,
Ingin rasanya bertemu,
Namun tak bisa kini tak seperti dulu,
Kini hidup meramu,
Masa depan pun menunggu,
yang ku mampu hanya merindu,
Rindu akan masa lalu.

“ Jeritan Hatiku “


By : Mysih Susanti ( 17/03/15 )
Sesak ….
Air mataku terus mengisak…
Setiap malam aku merintih ….
Setiap malam aku bersedih…
Tuhan ?
Mengapa ?
Mengapa kau buat seperti ini ?
Rasanya sesak…
Rasanya pedih…
Sakit…
Perih hati ini…
Tuhan ..
Bila hati ini mampu berkata..
Ia pasti berucap…
Berteriak…
Kepediha apa yang ku rasa ?
Kesedihan apa yang ku simpan ?
Tuhan..
Mengapa ?
ketika kau beri kami hidup yang layak,
Kau justru beri kami angin yang begitu dahsyat,
Mewah namun tak bahagia?
untuk apa ?
Tuhan …
Bila kau biarkan hatiku meminta..
Ku mohon kembalikanlah..
Kembalikan kebahagiaan yang dulu pernah kau beri..
sederhana…
Namun penuh tawa…
Penuh bahagia

Kumohon…
Kumohon…

“ Kecewa “


By : Mysih S usanti ( 15/03/15 )

Ku pikir kalian terpercaya,
Ku pikir kalian bercahaya,
Ku ingin kita Berjaya,
Namun apa daya,
Kau buang ku luka,
Kau buang ku lara,
Kau buang ku derita,
Sakit yang ku rasa,
Duka yang ku terima,
Sisalah air mata,
Mengapa ??
Mengapa kau tega ??
Hancurkan rasa,
Hancurkan jiwa,
Kau beri rasa,
Kau jual asa,
Tak pernah ku duga,
Kau hancurkan percaya,
Tnpa rasa,
Tanpa duka,

Mengapa ??
Mengapa kau tega ??
Menjual rasa,
Membuang asa,
Apa ?
Kenapa ?
Benar aku tak duga,
Kau buat diriku putus asa,
Buat duka,
Buat derita,
Hingga kecewa hancurkan rasa.

“ Rindu “


By : Mysih Susanti (11/03/15)

Rindu ??
Bagiku itu hal yang tak dapat ku ucapkan.
Hanya mampu ku rasakan.
Hanya mampu ku dambakan.
Rindu ??
Bukan hal yang mampu ku umbar – umbar.
Hanya bisa ku benam.
Dalam.
Dan Terpendam.
Rindu ??
Rasa itu tak mampu ku ungkapkan.
Hanya mapu ku rasakan.
Rasakan.
Terus rasakan.
Semakin dalam semakin berpendar.
Saat kau tak sanggup lagi,
Kau akan merintih.

Rindu ??
Saat jumpa rasa itu sirna.
Hilang tanpa rasa.
Tak banyak yang mampu ku ungkap.
Hanya mata yang akan melihat.
Hanya hati yang akan merasa.
Hingga kita tepis rindu yang melanda.